Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Mereka yg terpinggirkan

Posted by sariwibowoaang pada Maret 20, 2012

Mereka adalah orang-orang yang sederhana,tak banyak pilihan hidup dari mereka yg harus dipilih. Kemiskinan yg mereka alami bukanlah pilihan hidup mereka melainkan keadaan yg harus mereka jalani tanpa banyak keluhan. Sebab jika mereka terlalu banyak mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah mereka,,tapi malah menambahnya.
Asa mereka bertumpu pada kekuatan do’a mereka kepada Sang Pencipta Alam, tidak berhenti mereka panjatkan do’a-do’a itu untuk keselamatan akan mereka mencari jalan rizqi mereka tiap harinya. Setiap barokah yang mereka terima sedikit ataupun banyak, mereka terus mensyukurinya. Mereka bangga akan kemiskinannya karena dengan itulah mereka selalu dekat dengan Tuhan,walaupu sedikit sekali benteng yg memisahkannya dengan kekufuran.
Pelajaran hidup mereka sebenarnya sangat-sangat berharga sekali sebagai tolak ukur dengan keadaan orang2 yg berada dalam berkecukupan.
dan semoga semua orang dapat mengambil segala manfaat dari coretan baris

Posted in Tak Berkategori | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Jenis Burung Pengicau Baru di Temukan oleh Ilmuwan Nepal

Posted by sariwibowoaang pada Agustus 13, 2010

New SpeciesIlmuwan Nepal telah membukukan seekor spesies burung baru di cagar alam Koshi Tappu di wilayah Nepal Timur. Burung tersebut diidentifikasi sebagai Rufous-Prinia, menambah daftar spesies burung di Nepal menjadi 862 spesies.

Burung pengicau itu dikenal dengan nama Prinia burnesii, nama yang diberikan oleh komunitas ilmuwan.

Sistem klasifikasi baru untuk tumbuhan dan binatang yang baru dari Nepal dirujuk sebagai Nepal Rufous, diumumkan secara lengkap sebagai kelompok Prinia burnesii nipalensis.

Sub spesies dewasa baru ini memiliki bulu berwarna abu-abu menyerupai buah zaitun hingga ke coklat muda. Kepala dan tengkuknya lebih abu-abu dibanding punggung, sayap dan ekornya yang kecoklatan. Bagian kepalanya bergaris lebih rapat dibanding punggungnya. Di bagian belakang garis-garisnya lebih tebal dibanding garis-garis di kepala. Baca entri selengkapnya »

Posted in Animalia, Science | Leave a Comment »

Circle Crop Muncul lagi : Perpaduan Not Musik dan Matematika

Posted by sariwibowoaang pada Agustus 13, 2010

Crop circlePada 22 Mei di Wiltshire, Inggris, secara mengejutkan muncul lagi circle crop (lingkaran aneh di ladang pertanian), dan yang lebih mengherankan bentuk circle crop tersebut memperlihatkan “Teori Leonhard Euler yang paling indah di dunia”.

Lingkaran rumit tersebut berdiameter 300 kaki, terletak di sepetak ladang sayur berwarna kuning di sebelah timur Wilton Windmill dekat Marlborough.

Letaknya hanya terpaut sekitar 25 mil dari circle crop yang muncul 2 minggu sebelumnya, yang berlokasi di dekat perbukitan situs Old Sarum.

Peneliti circle crop, Lucy Pringle, tertarik untuk menyelidiki rahasia di balik gambar misterius ini. Ia mengatakan, “Saya yakin circle crop menampilkan dokumen biner, yaitu sistem bilangan yang hanya menggunakan 0 dan 1 saja.” (Umumnya orang menggunakan sistem 10 angka desimal, namun komputer menggunakan sistem biner.)

“Jika ditinjau dari pusat ke arah luar, circle crop ini terlihat menampilkan teori Euler, e^(i)pi+1=0, rumus matematika yang dijuluki rumus terindah di dunia.”

Ia menambahkan, circle crop ini bahkan juga mencakup sebuah melodi tersembunyi di baliknya. “Dipandang dari segi sejarah, circle crop senantiasa merefleksikan tangga nada pada piano (tuts putih). Frekuensi nada ini menggunakan pembagian segmen pada circle crop untuk membentuk susunan nada yang bisa diuraikan dan dimainkan dengan piano.” Circle crop ini menggabungkan nada musik dengan matematika, yang sama pentingnya dengan circle crop berbentuk “konstanta pi” yang muncul di Barbury Castle pada 2008.

Circle crop berbentuk konstanta pi muncul di sebuah ladang gandum di Barbury Castle, yang menampakkan 10 desimal pertama konstanta pi, yaitu 3.141592654. Gambarnya berupa gambar geometris.

Crop circleMike Reed, seorang ilmuwan astrofisika, membuat penjelasan matematis untuk merefleksikan fenomena ini setelah melihat circle crop tersebut.

Perkembangan gambar circle crop mulai dari bentuk sederhana saat pertama kali muncul di era 70-an hingga 80-an, berkembang menjadi bentuk biner di abad ke-21 sekarang ini. (The Epoch Times)

Posted in Info | Dengan kaitkata: , , | 2 Comments »

Semut Penanam Jamur Ternyata Hemaprodit

Posted by sariwibowoaang pada Agustus 12, 2010

Semut Penanam JamurSemut penanam jamur yang tersebar luas ini adalah satu-satunya spesies semut di seluruh dunia dimana betinanya bisa bereproduksi tanpa peranan semut jantan, demikian menurut tim peneliti di Texas dan Brazil.

Meskipun kebanyakan serangga sosial betina, seperti semut, lebah, dan serangga penyengat menghabiskan seluruh harinya tanpa pejantan, ratu petelur selalu dibuahi oleh pejantan, menghasilkan keturunan bayi jantan yang nantinya akan melanjutkan membuahi ratu yang baru.

Tetapi, ratu semut spesies Mycocepurus smithii dapat bereproduksi tanpa pembuahan, dan di koloni semut ini tidak pernah terlihat semut jantan, menurut laporan Christian Rabeling, Ulrich Mueller dan rekan dari Brasil di dalam jurnal PLos ONE baru-baru ini.

“Binatang hermaprodit sempurna sangatlah langka, sehingga membuat semut ini sangat menarik,” kata Rabeling, mahasiswa tamatan University of Texas di Austin, dalam siaran persnya.

“Spesies hermaprodit tidak mencampur gen mereka dengan kombinasi ulang, sehingga selang waktu yang panjang akan terjadi mutasi yang buruk dan spesies itu akan lebih cepat musnah dibanding lainnya.”

M. smithii hidup di Meksiko Selatan di sepanjang Amerika  Tengah hingga Brasil, termasuk beberapa kepulauan Karibia..

Penemuan ini terinspirasi dari studi terdahulu pada semut Puerto Rico dan Panama. Sebuah studi oleh Mueller dan lulusan mahasiswa Anna Himler menunjukkan bahwa semut bereproduksi di labolatorium tanpa pejantan.

Rabeling meneliti reproduksi ratu M. smithii dari Brazil dan mereka menemukan organ penyimpan sperma dalam kondisi kosong.

Akan tetapi, ilmuwan percaya bahwa sebagian spesimen semut jantan yang dikumpulkan sebelumnya pada 1960-an mungkin adalah M. smithii jantan. Jika spesies jantan benar ada, itu menandakan bahwa setidaknya dari waktu ke waktu, semut ini bereproduksi secara seksual.

Rabeling menganalisa pejantan yang diragukan dan menemukan bahwa mereka ternyata berhubungan dekat dan secara seksual mereproduksi spesies petani jamur yang dikenal sebagai Mycocepurus obsoletus, sehingga bisa dikatakan bahwa tidak ada pejantan spesies M. smithii pernah ditemukan. (Helena Zhu/The Epoch Times/rob)

Posted in Animalia, Science | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

10 Fenomena Tak Terjawab Oleh Komunitas Iptek

Posted by sariwibowoaang pada Agustus 12, 2010

Melalui perkembangan dan pencapaian ilmu pengetahuan moderen, peradaban manusia terus percaya bahwa ilmu pengetahuan memegang kekuatan dalam memberikan penjelasan untuk semua hal di bumi dan alam semesta.

Tetapi kita harus sadar bahwa meskipun banyak fenomena di dunia yang memiliki penjelasan ilmiah, tidak semua fenomena bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan sekarang.

Contohnya, ilmu pengetahuan belum dapat memberikan jawaban yang pasti tentang proses terbentuknya alam semesta. Ilmu pengetahuan juga tidak bisa menjelaskan proses terbentuknya kepercayaan agama. Melangkah ke alam supernatural, terdapat manifestasi misterius yang masih belum dapat dijelaskan secara ilmiah karena metode ilmiah tidak bisa digunakan untuk mengukur atau menyelidiki fenomena tersebut.

Mari kita lihat beberapa fenomena yang tidak bisa dijelaskan ini dan mengingatkan diri kita bahwa alamiah itu sendiri adalah keajaiban dan banyak hal masih menyisakan misteri.

1. Efek Placebo

Efek placebo telah menjadi teka-teki dunia medis dan meliputi pengaruh pikiran terhadap kesehatan fisik dan penyembuhan. Ditemukan bahwa pasien yang percaya bahwa mereka telah diberikan obat yang efektif, ternyata sembuh dari penyakitnya meskipun mereka hanya diberikan pil pemanis. Penemuan ini dilanjutkan dengan eksprimen menggunakan pengujian terpisah untuk menghindari harapan dari kedua peserta eksperimen dan pelaku eksperimen yang dapat mempengaruhi hasil.

Sayangnya, setelah beberapa tahun, efektifitas dan kebenaran efek placebo dinyatakan tidak bisa dipercaya oleh ilmu pengetahuan. Ini mungkin disebabkan oleh batasan metode ilmiah. Tetapi sebenarnya sudah ada banyak kasus penyembuhan sendiri, bahkan terkadang melampaui cara media yang ada untuk penyembuhan tubuh.

2. Indera ke-6

Lima indera yaitu penglihatan, pendengaran, perasa, sentuhan, dan pembau membantu kita untuk mendalami dunia ini. Masih ada lagi indera ke-6 yaitu kemampuan persepsi dari dalam diri yang dikenal dengan intuisi.

Kata intuisi berasal dari bahasa latin ”intueri,” yang artinya ‘melihat ke dalam‘. Intuisi adalah kemampuan untuk mengenal dan memahami tanpa menggunakan logika atau analisa, dan ini adalah umum bagi semua orang dengan tingkat ketajaman yang berbeda-beda.

Intuisi biasanya disebut juga “terkaan” atau “perasaan yang sangat kuat,” secara otomatis bisa mengetahui sesuatu atau situasi tertentu tanpa pengetahuan sebelumnya. Menurut PRWeek/ Burson-Marsteller CEO Survey tahun 2006, 62 persen CEO membuat keputusan bisnis berdasarkan intuisi daripada analisa data.

Sebuah studi tahun 2007 yang dipublikasikan di Current Biology juga menemukan bahwa partisipan, ketika tidak diberi waktu untuk melihat dan hanya bergantung dari intuisi mereka, lebih akurat dalam memilih simbol tertentu dari 650 simbol identik yang ada dibandingkan ketika diberikan waktu 1,5 detik untuk melihat simbol yang ada.

Filsuf China kuno Laozi pernah berkata, “kekuatan pemahaman intuisi akan melindungi Anda dari hal buruk sampai kapanpun.” Albert Eistein juga mengatakan, “Satu-satunya hal yang benar berharga adalah intuisi.”

Dari manakah intuisi berasal? Studi otak manusia menunjukkan kelenjar pineal sebagai kemungkinan jawaban dari misteri tersebut. René Descartes (1596–1650), bapak filsuf moderen, menyebut kelenjar pineal sebagai “tempat tinggal jiwa.” Orang Timur kuno menganggap intuisi ada di daerah kelenjar pineal dan percaya bisa mendapatkan pencerahan dari jiwa dalam bentuk pengetahuan dan ide. Baca entri selengkapnya »

Posted in Info, Science | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Spesies Kepiting Baru di Temukan di Taiwan

Posted by sariwibowoaang pada Agustus 12, 2010

Kepiting StrawberrySebuah kepiting spesies baru ditemukan di Kenting, Taiwan. Spesies ini ditemukan saat berlangsungnya proyek penelitian lingkungan hidup jangka panjang di Kawasan Perairan Taman Nasional Kenting.

Taman Nasional Kenting memberikan kepercayaan kepada Universitas Nasional Taiwan bidang Kelautan untuk melakukan penelitian terhadap spesies ini.

Juni tahun lalu, sebuah tanker milik Dubai terdampar di pantai Jialeshuei, Kenting.

Dr. Ho Ping Ho dari Universitas Nasional Taiwan bidang Kelautan menyelidiki dampak dari tumpahan minyak tanker tersebut ketika ia menemukan dua ekor kepiting spesies baru ini.

Karapas dari spesies kepiting baru ini memiliki lebar 2,5 cm, berwarna merah dengan bintik-bintik putih, oleh karena itu para peneliti menyebutnya sebagai kepiting “stroberi.”

Dua ekor kepiting yang ditemukan tersebut berjenis kelamin betina dan sudah dalam kondisi mati ketika ditemukan. Kedua kepiting itu dijadikan sebagai spesimen oleh para peneliti.

Para peneliti telah mengonfirmasikan bahwa spesies ini belum pernah didokumentasikan sebelumnya, dan spesies ini diklasifikasikan dalam genus Neoliomera.

Ho mengatakan bahwa hanya bagian “gonopods” dari kepiting jantan yang dapat digunakan dalam membedakan spesies kepiting ini, sehingga ia berharap dapat menemukan spesimen kepiting jantan. (Stephanie Lam/The Epoch Times/sun)

Posted in Animalia, Science | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Ikan Haring Raksasa Ditemukan di Swedia

Posted by sariwibowoaang pada Agustus 12, 2010

Seekor ikan haring raksasa atau juga dikenal ikan dayung raksasa ditemukan di Swedia, Selasa (08/05) lalu. Spesimen ini merupakan spesimen yang pertama kalinya terlihat setelah 130 tahun.

Ikan haring raksasa sepanjang 11 kaki ini ditemukan di lepas pantai barat Swedia, di dekat kota Bovallstrand.

“Di bawah air ada sesuatu yang besar dan mengambang. Pada awalnya kami berpikir benda tersebut adalah potongan plastik berukuran besar, namun kemudian kami melihat sebuah mata, jadi saya turun untuk mengecek dan melihat ikan yang sangat aneh” ujar seorang pencari ikan bernama Kurt Ove Eriksson kepada RedOrbit.com.

Jenis ikan spesifik ini telah diberi nama Raja Ikan Haring atau Dayung Raksasa. Panjang dari ikan ini tercatat 3,4 meter. Ikan sejenis ini pernah ditemukan sebelumnya memiliki panjang 11,7 meter, karena itu tepat disebut ikan haring raksasa atau dayung raksasa.

Sebuah museum laut di Lysekil merilis pernyataan terkait penemuan ikan tersebut, yang menyatakan bahwa ikan ini mungkin berhubungan dengan mitos-mitos kuno monster laut.

“Kami tidak tahu banyak tentang spesies ini, tapi kami percaya spesies ini hidup di perairan dalam, setidaknya kedalaman 1.000 meter, dan banyak juga yang percaya bahwa spesies ini merupakan asal-usul mitos ular laut” tulis pernyataan tersebut.

Berdasarkan laporan RedOrbit, ikan haring raksasa atau dayung raksasa tersebut kini telah membeku di museum untuk pengawetan lebih lanjut, rencananya, akan dipamerkan tahun ini dalam pameran yang mengangkat tema mitos dari makhluk-makhluk laut. (Ian Ritz/The Epoch Times/sun)

Posted in Animalia, Science | Dengan kaitkata: | 2 Comments »

Asal Mula Kebudayaan Olmec

Posted by sariwibowoaang pada Agustus 12, 2010

Terdapat sebuah kebudayaan kuno yang berkembang di daerah Mesoamerica sekitar tahun 1.100 Sebelum Masehi, yang masih menjadi suatu misteri bagi para ahli sejarah, yaitu Kebudayaan Olmec yang misterius.

Ritual religius mereka sangat tidak bisa dipahami, begitu pula asal mula keberadaan mereka. Namun bagaimana kebudayaan yang sepertinya muncul tiba-tiba itu dapat berkembang dan memiliki pengaruh yang luar biasa di seluruh daerah itu?

Menurut beberapa penulis, termasuk Mike Xu, profesor bidang studi Tiongkok di University of Central Oklahoma, Olmec adalah keturunan dari bangsa Tionghoa kuno. Buktinya adalah kebudayaan Olmec dimulai pada sekitar tahun 1.100 Sebelum Masehi, beberapa tahun setelah jatuhnya dinasti Shang Tiongkok (1.766 – 1.122 Sebelum Masehi).

Berdasarkan sejarah kuno pada masa itu, ketika dinasti Zhou mulai menyerbu dan menjatuhkan dinasti Shang, sebuah catatan menyebutkan bahwa putra kaisar membawa sekitar 25.000 orang ahli menuju “lautan timur”. Menurut Mike Xu, ini adalah masyarakat Olmec yang pertama.

Sesuai dengan sejarah, pada waktu itu angkatan laut Tiongkok merupakan yang paling maju pada eranya.

Beberapa ahli sejarah mengemukakan bahwa musafir Tiongkok ini dapat berlayar hingga ke pesisir Amerika berkat bantuan “arus hitam”. Dikenal dengan nama Kuro Shiwo atau “arus kematian” dalam bahasa Jepang, arus di Lautan Pasifik ini sanggup membantu navigasi dari pelaut Tiongkok kuno ke daratan Amerika. Dalam artikelnya di majalah pelayaran 48 Degrees North, ”Apakah kita hidup di Tanah Fusang?” Hewitt R. Jackson menulis bahwa ada bukti kemiripan tentang pelaut pra-Kolombia Tiongkok yang telah dikonfirmasi :

“Mungkin laporan dokumentasi terbaik yang telah dapat dipelajari adalah dari catatan Hwui Chan (Hoei Shin). Dia adalah seorang “cha-men” atau seorang biksu musafir yang telah berkelana dari Afganistan sebagai misionaris agama Budha pertama menuju Tiongkok. Ini adalah sebuah periode penyebaran agama Budha secara besar-besaran dan perjalanan luar biasa melalui daratan dan lautan, suatu hal yang biasa dilakukan oleh “cha-men”. Hwui Chan berlayar ke Amerika sekitar 500 tahun sebelum Leif Erickson dan seribu tahun sebelum Columbus. Deskripsinya tentang daratan yang dikunjungi mengindikasikan bahwa dia telah melewati Kalifornia dan menetap di Meksiko. Setelah tinggal di sana selama 40 tahun, dia kembali ke Tiongkok pada 499 Masehi dan kemudian menceritakan tentang perjalanan dan pengalamannya ke Kaisar Wu Ti. Cerita tentang Fusang sangat terkenal pada masa itu di Tiongkok. Hal ini akhirnya diakui dan diterima oleh kaum cendikiawan barat, tetapi untuk beberapa alasan cerita ini ditinggalkan dalam sejarah dan literatur kita pada beberapa abad terakhir.”

Arus hitam dapat menjelaskan tentang perjalanannya, dan benda-benda kuno peninggalan Olmec dapat menjelaskan lebih lanjut tentang teori yang ada. Dari tulisan yang ditemukan pada kendi, barang-barang tanah liat dan patung dapat dilihat pengaruh nyata kebudayaan Tiongkok.

Profesor Xu menunjukkan bahwa bermacam-macam kata yang ditemukan pada benda dekorasi persis sama dengan yang dipakai pada masa dinasti Shang di Tiongkok: Matahari, Gunung, Seni, Air, Hujan, Pengorbanan, Kesehatan, Tumbuhan, Kekayaan, dan Bumi. Selain itu, sebagian besar dari 146 karakter yang dipakai oleh bangsa Olmec persis sama dengan tulisan Tiongkok primitif. Ketika Xu menunjukkan benda-benda kuno peninggalan Olmec kepada mahasiswa yang melakukan analisa kebudayaan Tiongkok kuno, mereka bahkan percaya bahwa itu adalah tulisan Tiongkok kuno.

Meskipun sebagian besar cendikiawan Mesoamerican menolak teori Xu — sehingga kemudian dia diberi label “orang paling berbahaya dalam penelitian Mesoamerican” — tetapi teori Xu setidaknya dapat memberikan secercah cahaya tentang kebudayaan misterius Olmec dibanding teori lain yang telah diterima tetapi tidak dapat menerangkan dengan baik.

Dalam suratnya kepada Science Magazine tahun 2005, Betty J. Meggers dari National Museum of Natural History di Smithsonian Institution mengkritik sebagian besar cendekiawan Mesoamerican yang tidak bisa menerima perbandingan disampaikan oleh Xu: “Penemuan tulisan merevolusi masyarakat Tiongkok dengan memfasilitasi komunikasi antar 60 bahasa yang tidak dapat dipahami satu sama lain serta memberikan hasil peningkatan interaksi komersial dan integrasi sosial. Penyebaran yang cepat dari ikonografi (tulisan simbol) Olmec dan penjelasan asosiasi kebudayaan menjelaskan bahwa hal yang sama terjadi pada seluruh Mesoamerica yang multi bahasa.

Runtuhnya Kekaisaran Dinasti Shang sekitar tahun 1.500 Sebelum Masehi bertepatan dengan munculnya peradaban Olmec. Daripada berspekulasi pada kekosongan karakter Olmec yang belum dapat ditemukan, kelihatannya lebih memberikan hasil untuk membandingkan sisa-sisa peninggalan purbakala dengan catatan detail tentang dampak dari tulisan dalam perkembangan peradaban Tiongkok. Tidak ada ruginya bukan?”  (Leonardo Vintini/The Epoch Times/san)

Posted in Sejarah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Lingkaran Misterius Lempengan Es di Danau Baikal

Posted by sariwibowoaang pada Juli 11, 2010

Selama beberapa tahun ini, gejala misterius terjadi di banyak perairan dengan timbulnya es mengambang berbentuk lingkaran pada musim dingin menjadi teta teki bagi para ilmuwan; sekarang, petugas penelitian Rusia sudah menemukan sebuah penjelasan yang mengejutkan dan telah mengurai simpul misteri yang sudah lama eksis.Marianne Moore, peneliti lingkungan hidup dari Wellesley College, Massachusetts – AS juga telah membuktikan teori ini: kemungkinan gas alam membawa serta air panas dengan gerak putar mendorong lempengan es ke permukaan air, layaknya angin puting beliung, akhirnya membentuk lempengan es berbentuk lingkaran.

Fenomena alam letusan gas alam kemungkinan bisa menimbulkan akibat parah bagi kapal yang berlalu-lalang di Danau Baikal, maka pemerintah Rusia sudah mengeluarkan peringatan kepada para nahkoda lokal, karena ketika kapal mendekati lempengan es dan menyentuh letusan gas alam hal ini bisa menimbulkan kebakaran besar. Baca entri selengkapnya »

Posted in Science | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Sebuah Gunung Es Menangis Darah

Posted by sariwibowoaang pada April 24, 2010

ANTARTIKA – Sebuah gunung es yang terdapat di Antartika mengeluarkan air berwarna merah darah. Aliran air yang membentuk air terjun ini, membuat gunung es tersebut seperti menangis mengeluarkan darah.

Pecahan yang terdapat di Gunung es Taylor itu menciptakan sebuah celah kecil di permukaan yang berwarna putih. Tentunya warna merah darah yang dikeluarkan gunung tersebut bukanlah darah asli.

Warna merah yang mengalir terus merupakan campuran air dengan zat besi yang tersembunyi di bawah permukaan gunung. Air itu sendiri berasal dari sebuah danau kuno yang terletak sekira 762 meter di dalam gunung es. Demikian diberitakan The Sun, Minggu (7/3/2010).

Selain itu, para peneliti menyatakan warna merah juga disebabkan ekosistem mikroba yang tersimpan di dalam tanah selama 2 juta tahun dan berevolusi tanpa panas, cahaya, atau pun oksigen. Akhirnya bakteri dari zat tersebut mendaur ulang asam sulfat sebagai sumber eneri mereka.

Air ini temperaturnya sangat dingin hingga mencapai minus 5 derajat celcius dan para ahli menilai air ini terlalu asin dan sulit untuk membeku. Air semacam ini sebelumnya hanya dapat ditemui di planet Mars

sumber : okezone.com

Posted in Science | Dengan kaitkata: | 4 Comments »