Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Jenis Burung Pengicau Baru di Temukan oleh Ilmuwan Nepal

Posted by sariwibowoaang pada Agustus 13, 2010


New SpeciesIlmuwan Nepal telah membukukan seekor spesies burung baru di cagar alam Koshi Tappu di wilayah Nepal Timur. Burung tersebut diidentifikasi sebagai Rufous-Prinia, menambah daftar spesies burung di Nepal menjadi 862 spesies.

Burung pengicau itu dikenal dengan nama Prinia burnesii, nama yang diberikan oleh komunitas ilmuwan.

Sistem klasifikasi baru untuk tumbuhan dan binatang yang baru dari Nepal dirujuk sebagai Nepal Rufous, diumumkan secara lengkap sebagai kelompok Prinia burnesii nipalensis.

Sub spesies dewasa baru ini memiliki bulu berwarna abu-abu menyerupai buah zaitun hingga ke coklat muda. Kepala dan tengkuknya lebih abu-abu dibanding punggung, sayap dan ekornya yang kecoklatan. Bagian kepalanya bergaris lebih rapat dibanding punggungnya. Di bagian belakang garis-garisnya lebih tebal dibanding garis-garis di kepala.

Yang remaja mirip dengan yang dewasa tetapi sedikit kurang menonjol di kepala dan tubuh. Seluruh spesies burung ini ditemukan di sebidang lahan padang rumput di pulau kecil dekat sungai Koshi.

Spesies ini ditemukan untuk pertama kalinya oleh ahli ilmu burung dan ketua Nepal Rare Birds Committee (NRBC) Suchit Basnet dan Badri Chaudhary pada 1 April 2005 di Koshi Tappu.

Basnet telah menemukan beberapa burung di pedesaan dan mencatatnya sebagai “sebuah pengalaman yang mengagumkan dan kegemparan besar pada saat penemuan itu. Ini pastilah catatan yang paling menarik saat tinjauan ulang oleh Nepal Rare Birds Committee sejak pendiriannya di tahun 2001.”

Sekelompok pakar yang tergabung dalam Bird Conservation Nepal (BCN) yang dipimpin pakar ilmu burung Hem Sagar Baral menafsirkan lebih lanjut mengenai sistem klasifikasi (taksonomi) burung dan menggolongkan spesies ini sebagai burung yang termasuk sub spesies baru Rufous-vented Prinia.

Menurut ketua penulis naskah ilmiah, Dr Baral, “sub spesies ini hanya ditemukan di Nepal”.

Dr Baral menambahkan, ”Penemuan klas burung berikutnya dari Koshi Tappu yang merupakan salah satu wilayah burung yang paling diawasi di Nepal menunjukkan kemungkinan lebih banyak penemuan spesies baru dari negara ini. Kami harus menempatkan sumber daya ekstra untuk memahami tingkah laku burung dan kebutuhan konservasinya di kemudian hari.

Para pakar ilmu burung menamakan ini sebagai awal pekerjaan penelitian yang paling berarti dalam taksonomi burung di Nepal setelah penemuan Nepal Wren Babbler Pnoepyga immaculate, spesies burung baru yang diulas ilmiah hampir 17 tahun yang lalu.

Dua sub spesies Rufous-vented Prinia yang lain, yang pertama adalah Prinia burnesii. Burnesii ditemukan di Pakistan sebelah barat sepanjang percabangan sungai Indus dan berdekatan dengan Punjab di India, dan yang kedua adalah Prinia burnesii cinerascens ditemukan di Assam di sebelah timur sepanjang aliran sungai Brahma-putra dan gabungan Negara India dan Bangladesh.

Spesies burung baru ini memperlihatkan ciri agak moderat di antara kedua sub spesies dan muncul membentuk keterkaitan satu sama lain, ditemukan di aliran sungai Gangga, yang merupakan aliran sungai utama yang lain di sub kontinen India.

Spesies rumput di wilayah tersebut termasuk Saccharum spontaneum, S.arundinacea, Typha elephantine, dan Phragmites karka. Juga ditemukan jenis pohon berbintik sissoo Dalbergia sissoo dan semak-semak Casurina.

Spesies tumbuh-tumbuhan ini sudah jarang ditemukan di padang rumput dekat pedesaan, menandakan keberadaan mereka kurang diperhatikan dibanding padang rumput yang berdekatan lainnya.

Tempat-tempat ini merupakan tempat berkembang biak-nya spesies burung-burung di wilayah ini namun menjadi tak terabaikan karena banyaknya habitat yang hilang dan mengalami degradasi. Penelitian mendatang mungkin mengungkapkan kehadiran spesies tumbuh-tumbuhan ini di padang rumput yang berbeda di Nepal.

Para pakar konservasi di Nepal sudah membuat daftar spesies yang berada di ambang kepunahan dan menekankan spesies tumbuh-tumbuhan ini sebagai calon spesies dalam daftar spesies dilindungi. (dta/sciencedaily.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: