Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Pipa Logam Qaidam Basin

Posted by sariwibowoaang pada Agustus 18, 2009


logamOopart (Out Of Place Artifact / Artefak yang ditemukan tidak pada tempatnya) adalah istilah yang diberikan pada lusinan obyek prasejarah yang ditemukan di berbagai tempat di dunia, yang bila dilihat dari tingkat teknologinya, berbeda sepenuhnya dengan usia yang dipastikan dengan berdasarkan bukti fisik, kimia dan bukti geologi. Artefak yang tidak pada tempatnya itu, seringkali membuat frustasi para ilmuwan konvensional dan hal yang menggembirakan bagi para penyelidik petualang serta para pecinta teori ilmiah alternatif.

Pada 2002, satu tim   ilmuwan mengambil risiko berpetualang ke propinsi Qinghai, Tiongkok, untuk menyelidiki saluran pipa logam misterius yang ditemukan di Qaidam Basin. Para penyelidik menemukan bahwa pipa-pipa ini pasti pernah diproduksi jauh di masa lampau, suatu masa ketika umat manusia dianggap hanya bisa menguasai teknologi paling primitif. Penduduk setempat, bagaimanapun juga, percaya bahwa barang peninggalan ini adalah produk kebudayaan planet lain.

Sementara itu banyak bagian dan potongan pipa ditemukan bertebaran di seluruh daerah tersebut, sebagian kecil potongan ini terletak di kaki gunung Baigong, di dalam bangunan berbentuk piramida yang tingginya hampir 61 meter.

Piramida itu mempunyai tiga gua berbentuk segitiga. Sementara dua gua telah runtuh, gua ketiga memiliki sebuah pipa logam yang diameternya kira-kira 40,6 cm dengan saluran keluar yang terlihat. Sebuah pipa kedua dengan diameter yang sama membujur sepanjang sisi luar gunung dan masuk ke dalam perut bumi.

Di jalan masuk menuju gua ditemukan hampir selusin pipa dengan diameter 4 inci (± 10,2 cm) hingga 15,7 inci (± 39,9 cm). Penyelidik mengatakan potongan-potongan ini melengkapi beberapa bukti tentang bagaimana pipa-pipa tersebut dirangkai.

Potongan pipa yang lebih banyak dapat ditemukan di tepian danau Toson, berserakan di antara pasir-pasir dan bebatuan, sekitar  79,3 meter dari gua-gua itu. Pipa-pipa ini menghadap ke arah timur-barat dan mempunyai diameter antara ±  0,2 cm dan ±  4.7 cm.

Pipa-pipa yang ada di danau itu memiliki beberapa lubang yang berbeda, lubang terkecil seukuran tusuk gigi. Beberapa darinya mempunyai saluran keluar yang terbuka tepat pada permukaan air dan beberapa lagi ditemukan di bawah permukaan air. Akan tetapi pipa-pipa itu tidak terganggu walaupun telah berada di dalam air dan pasir selama sekian waktu yang tak terhitung. Jadi, siapa yang telah membangun sistem pipa yang begitu terinci dan apa fungsinya?

Qing Jianwen, kepala departemen publikasi dari pemerintahan Delingha, memberitahu surat kabar Tiongkok, People’s Daily, bahwa ketinggian dari permukaan air laut dan kerasnya iklim membuat daerah tersebut tampak tidak ramah.

Namun ia mengamati bahwa kondisi yang sangat tidak ramah tersebut membuat tempat itu menjadi tempat yang sempurna untuk melaksanakan penelitian astronomi, seperti ditunjukkan oleh radio teleskop besar dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok di dekat tempat itu.

Sebagian kecil sisa potongan pipa logam asing tersebut diambil oleh peleburan logam setempat yang berharap bahwa mereka akan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik pada para penyelidik mengenai logam campuran yang digunakan dalam pembuatan pipa.

Analisa secara kimia mengungkapkan bahwa pipa-pipa itu tersusun dari 30 persen ferri oksida (besi III oksida, Fe2O3) dan sebagian besar persennya dari silikon dioksida (SiO2) dan kalsium oksida (CaO). Delapan persen logam dari pipa itu tidak dapat diidentifikasi.

Menurut para ahli, sejumlah besar sillikon dioksida dan kalsium oksida yang ditemukan pada pipa-pipa itu adalah hasil dari interaksi panjang antara besi dan batu pasir. Pipa-pipa tersebut di-buat pada masa lampau, selama kurun waktu ketika manusia tidak diyakini mempunyai penerapan teknologi mutakhir untuk menciptakan benda semacam itu.

Daerah Gunung Baigong agak terpencil. Di sana tidak ada industri dan perkembangan kota, penduduk satu-satunya hanyalah para penggembala ternak nomaden yang hidup di utara gunung itu.

Meninggalkan rasa penasaran apakah sistem pipa yang panjang lebar, besar dan luas ini diciptakan oleh alien, atau diciptakan oleh masyarakat manusia yang telah maju jauh di masa lampau, atau itu adalah produk dari sesuatu yang asal usulnya sedikit misterius?

Sementara penduduk setempat mempunyai teori mereka sendiri terhadap materi tersebut, sedangkan para ilmuwan masih belum membuat sebuah kesimpulan apapun.  (Leonardo Vintini/The Epoch Times/pls

Satu Tanggapan to “Pipa Logam Qaidam Basin”

  1. Ibob said

    Mmh.. mungkin ga yah itu sisa-sisa tembok julkarnain?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: