Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Teknik Kuno Konstruksi Bangkit Kembali

Posted by sariwibowoaang pada Agustus 9, 2009


(Epochtimes.co.id)

“Sama seperti membangun istana garam, mempertimbangkan tingkat kelembaban adalah penting untuk membangun rumah di atas bumi yang padat,” kata para peneliti Inggris.

Penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Durham University School of Engineering ini mempelajari kekuatan konstruksi Rammed-earth, sebuah teknik bangunan kuno yang menggunakan campuran tanah dan air untuk membangun dinding batu yang keras.

“Kami mengetahui bahwa Rammed-earth dapat berdiri pada waktu tertentu, namun sumber dari kekuatannya masih belum dapat sungguh-sungguh dipahami hingga sekarang, kata pimpinan proyek Dr. Charles Augarde dalam sebuah pernyataan.

“Dengan memahami lebih banyak mengenai hal ini kami mulai dapat melihat implikasi dari penggunaan Rammed-earth sebagai bahan ramah lingungan dalam merancang bangunan baru dan dalam hal konservasi bangunan kuno yang dibangun menggunakan teknik ini,” katanya.

Tim menemukan bahwa kekuatan dari Rammed-earth ini menjadi sangat besar ketika hanya sedikit kadar air dicampurkan ke dalam campuran garam, kerikil dan tanah liat yang dipadatkan untuk membentuk bahan konstruksi.

Untuk menguji kekuatan Rammed-earth ini, para ilmuwan menggunakan contoh beberapa silinder kecil yang diberi tekanan luar berbeda. Peneliti menemukan bahwa serapan yang tercipta antara partikel humus dengan kadar air rendah adalah sumber dari kekuatan tersebut.

“Dinding Rammed-earth akan kering dengan sendirinya setelah konstruksi dalam iklim yang sesuai akan menahan air—dalam beberapa saat sedikit kelembaban ini memberikan kekuatan yang besar pada dinding,” kata peneliti.

Dengan pemahaman ini, usaha mencegah bangunan kuno yang terbuat dari Rammed-earth agar tidak menyerap terlalu banyak air seharusnya dapat memelihara keberadaan mereka.

Rammed-earth dikategorikan sebagai bahan ramah lingkungan karena dapat mengurangi ketergantungan akan semen dan dapat diproduksi dari sumber bahan-bahan lokal. Teknik ini sudah diakui di Australia dan Amerika, dan pernah digunakan untuk membangun rumah percobaan berdana rendah di Wiltshire, Inggris, setelah Perang Dunia I.

Bangunan kuno Tiongkok menggunakan konstruksi Rammed-earth sekitar 4000 tahun yang lalu untuk membangun dinding-dinding di sekitar perkampungan. Bagian dari Tembok Besar Tiongkok dan Istana Alhambra di Spanyol juga dibangun menggunakan Rammed-earth.

Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Geotechnique. (Kat Piper/The Epoch Times/val)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: