Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Cattle Mutilation 2

Posted by sariwibowoaang pada Juli 26, 2009


Seperti yang sudah saya janjikan, saya akan membahas mengenai fenomena cattle mutilation yang terjadi sangat sering bahkan sudah seperti sebuah tradisi yang terjadi di daerah Jogjakarta, tepatnya di gunung kidul, yang dikenal warga sekitar sebagai fenomena pulung gantung.

pulungFenomena penampakan hal seperti ini bukanlah hal yang aneh bagi masyarakt sekitar. Mereka mengenalnya sebagai Pulung Gantung.  Ada yang mengaitkan mitos ini dengan banaspati (tokoh gaib tradisional warga jawa yang berwujud anjing ), tak sedikit pula yang mengaitkan pula dengan cattle mutilation.

Penampakan ini biasa muncul pada malam hari kemudian menghilang.  Fenomena ini bagi mereka merupakan pertanda buruk. Karena keesokannya akan terjadi tragedi2 aneh, seperti kematian ratusan hewan ternak. Tidak banyak orang yang bisa menjelaskan bentuk dari pulng gantung itu.  Hanya cerita turun -temurun yang menceritakan bahwa bentuknya seperti meteor yang bercahaya sangaaaaaat (tobaaat dah…) terang dan dapat dilihat dengan hanya mata telanjang.

Bukti2 ternyata menunjukkan kalau pulung gantung ini memang seperti cahaya yang berwarna hijau kemerah – merahan dan bisanya muncuk sekitar pukul 8 malam, saat anak2 kecil sudah tidur. Seperti yang saya katakan tadi,  banyak yang menyangkutkan matinya hewan2 ternak ini dengan banaspati, sosok gaib seperti anjing, yang sangat sulit ditangkap karena sangat cepat menghilang.  Fenomena anjing yang membantai hewan-hewan ternak ini bahkan terjadi pula di belahan dunia lain tepatnya Benua Amerika.

Kisah yang paling mencekam adalah yang yang terjadi di kelurahan Giri Mulyo, Giri Wungu, Giri Sekar, dan Giri Purwo di kecamatan Panggang.Saat itu sekitar 200 kambing dan anak sapi dibunuh dengan cara yang aneh, dimutilasi dan dihisap darahnya. Kadang hanya disisakan kepala dan kakinya, ada juga yang hanya diambil hatinya.

Saya akan mengutip berita dari media setempat yang menceritakan hal2 aneh ini. “Sleman, Tribun – Usai heboh gempa dan tsunami, Daerah Istimewa Yogyakarta digegerkan oleh kejadian aneh. Binatang buas yang belum diketahui jenisnya menyerang ternak milik warga di Dusun Sompilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (23/9)”.

Binatang buas itu membunuh delapan ekor kambing dan 14 ekor mentok dengan mengisap darahnya, tapi tidak memakan dagingnya. Pada leher ternak yang mati ditemukan dua lubang bekas gigitan taring binatang buas.

Serangan itu terjadi di kandang kelompok Lembu Manunggal di sebelah barat permukiman. Kandang di lembah Sungai Kucir itu digunakan warga untuk 35 ekor sapi, 29 ekor kambing, ayam, dan mentok.

Kambing yang menjadi korban milik Giman (3 ekor), Bayu Waskito (3 ekor), Sugeng (1 ekor), dan Toko (1 ekor). Ternak yang menjadi korban semuanya berada di luar kandang karena bangunan kandang ambruk diguncang gempa, 27 Mei lalu. Serangan ini baru diketahui warga pukul 05.00.

“Saat akan memberi makan sapi, saya melihat tiga ekor kambing saya rebah di tanah. Kemudian saya dekati dan ternyata kambing saya sudah mati. Pada leher kambing terdapat dua lubang bekas gigitan taring binatang. Yang membuat saya heran, kenapa tidak ada bekas tetesan darah dan kambing tidak dimakan,” kata Giman, anggota Lembu Manunggal, Sabtu.

Giman mengatakan, serangan ini memupus rencananya untuk memperbaiki rumahnya yang roboh diguncang gempa.  Seekor kambing dihargai Rp 300.000.  Rencananya tiga ekor kambing itu dijual untuk membeli semen.

“Saya sungguh buntung (rugi), karena tidak ada yang bisa dijual. Harapan saya tinggal seekor anak sapi,” kata Giman lesu. Di sekitar kambing yang mati, warga tidak menemukan bekas darah. Demikian juga 14 ekor ternak mentok milik Wagimin yang diisap darahnya. Warga juga menemukan bulu angsa berserakan di seberang Sungai Kucir, tetapi tidak ada bekas darah dan sisa-sisa daging yang dimakan.

Jejak yang ditemukan warga menunjukkan jejak kaki binatang berkuku tajam. Jejak itu seukuran telapak tangan orang dewasa dengan jari-jari merapat. Jejak itu tidak bisa menunjukkan arah datang dan perginya binatang buas itu. “Kejadian ini baru pertama terjadi di sini,” kata Udi Wiharjo, Ketua Kelompok Lembu Manunggal.

Warga menduga binatang buas ini berasal dari Gunung Merapi yang mencari tempat aman saat

terjadi erupsi. Dugaan ini kurang didukung fakta karena antara Dusun Sompilan dan Gunung Merapi berjarak 30 km. Kemungkinan kedua, binatang buas itu berasal dari perbukitan karst Gunung Sewu di sisi timur dusun. Perbukitan itu berjarak 5 km dari Dusun Sompilan.”

Tidak hanya sering terjadi di Indonesia,di belahan dunia lain, benua Amerika juga terjadi hal yang sama yang merupakan misteri yang belum terpecahkan.

Chupacabra

cupaatau yang biasa juga disebut El Chupacabara merupakan sebutan bagi Mutant/Monster misterius yang beberapa tahun belakangan ini menjadi teror bagi warga di Benua Amerika,terutama Amerika Tengah dan Amerika Latin. Kata Chupacabra sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang mempunyai arti “Pemangsa/penghisap Darah Kambing”, karena sejak kemunculannya di berapa dekade ahir-ahir ini, makluk misterius yang mempunyai kebiasaan menyerang kemudian menghisap darah hewan ternak, terutama Kambing, telah banyak diperbincangkan oleh warga di Benua Amerika.

Salah satu saksi mata asal Puerto Rico menceritakan pengalamannya bertemu dengan Mutant tsb pada awal tahun 90-an, beliau menuturkan telah melihat makluk aneh,mirip seekor anjing,namun berjalan dengan dua kaki saja,dan memiliki jajaran tulang belakang membentang dari leher ke pangkal ekor,yang pada saat itu sedang memangsa salah satu ternaknya. Setelah dipergoki,Mutant misterius itu kemudian kabur dengan gaya berlari mirip dengan seekor Tyranosaurus Rex/T-Rex.

Legenda Chupacabra sendiri sudah mulai banyak diperbincangkan kira-kira pada tahun 1987,dimana salah suatu surat kabar harian Puerto Rico,El Vocero dan El Nuevo,melaporkan mengenai seringnya terjadi pembunuhan hewan-hewan ternak seperti Ayam, Kuda,Sapi Perahan dan Kambing di beberapa wilayah Negara tsb.Pertama kali, dugaan pembunuhan terhadap hewan-hewan ternak tsb dilakukan oleh beberapa oknum yang menganut aliran hitam.Namun lambat laun dugaan ini hilang,dan ahirnya pembunuhan terhadap hewan ternak hampir menjalar di seluruh wilayah Negara Puerto Rico,sehingga banyak peternakan kehilangan kehidupan hewani-nya.

Setelah terjadi di Puerto Rico,Kejadian sama juga muncul di Negara-Negara Amerika Latin dan Amerika Tengah lainnya seperti Republik Dominika,Argentina,Bolivua,Chilie,Kolombia,Chilie,Honduras,El Salvador,Panama,Peru,Brazil,USA,dan Meksiko.

Pada saat itu juga,Berita mengenai Chupacabra mulai disiarkan beberapa kali oleh Chanel Televisi Inggris,Spanyol,dan negara2 Eropa lainnya. Pada Juli 2004 kemarin,seorang peternak dekat San Antonio,telah membunuh makluk menyerupai anjing namun tidak berbulu yang telah membunuh beberapa ekor ternaknya.Banyak yang beranggapan mutant misterius yang berhasil dibunuh oleh peternak tsb merupakan seekor Elmendorf Creature.Pada bulan Oktober 2004,makluk menyerupai Elmendorf Creatur terlihat kembali di wilayah peternakan San Antonio.

Kisah Lainnya juga dituturkan oleh peternak di wilayah Coleman,Texas yang bernama Leggie Lagow.Pada pertengahan tahun 2005,dia berhasil mengangkap seekor binatang aneh yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Menurut penuturannya dia curiga mengenai kematian sejumlah ayam dan kalkun peliharannya yang belakangan sering terjadi di peternakannya.

Pada Bulan April tahun 2006, MosNews melaporkan bahwa Chupacabra terlihat untuk pertama kalinya di Rusia. Laporannya dimulai dari wilayah Rusia tengah pada tahun 2005,dimana diceritakan oleh saksi mata,seekor makluk aneh telah membunuh tiga puluh ekor kalkun dalam waktu semalam dan menghisap darahnya. Laporan selanjutnya dari sebuah desa di Neigboring Rusia, diberitakan 30 ekor domba dibunuh secara misterius dengan ciri indung telur terburai keluar dan darah di bagian dalam hewan-hewan tsb telah kering seperti habis terhisap.

Sejauh ini sudah banyak bukti-bukti mengenai keberadaan makluk ini,baik berupa bangkai/ maupun kesaksian2 yang dituturkan oleh para warga. Beberapa penemuan bangkai/perburuan yang dilakukan warga terhadap hewan misterius tsb, diserahkan oleh para ahli kedokteran hewan untuk diteliti lebih lanjut.

Sejauh ini, banyak orang Puerto Rico beranggapan Bahwa Chupacabra merupakan makluk dari hasil rekayasa Genetika dari suatu lembaga penelitian Amerika Serikat,yang kabur dari Laboratorium di El Yunque,sebuah laboratorium di Timur Puerto Rico yang telah rusak diporak porandakan oleh terjangan angin topan di awal tahun 90’an.

Tak sedikit pula orang-orang yang menganggap Chupacabra ada hubungan erat dengan Makluk Asing (alien / ET).cupa2cupa3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: