Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Satwa Dari “Dunia yang Hilang”

Posted by sariwibowoaang pada Juli 11, 2009


Kita sebagai warga Indonesia sudah sepantasnya bangga kepada Negri ini karena mempunyai keragaman flora dan fauna, akhir2 ini telah ditemukan ” dunia yang hilang ” di Negri tercinta. Inilah artikelnya :

Julukan  “dunia  yang  hilang” agaknya  sangat  pas  untuk  menyebut  kawasan  Mamberamo, Papua.  Bayangkan  saja  hanya  dalam  waktu  sebulan, berbagai spesies baru tumbuhan  dan satwa telah ditemukan  di  daerah  terpencil  ini.  Penelitian yang diprakarsai  Concervation  International Indonesia  (CII)  ini  berhasil  menemukan  kanguru  pohon  mantel emas (Dend rolagus pulcherrimus).kangguru pe

Penelitian tersebut dilakukan di kampung  Kwerba  dan  Pegunungan  Foja,  Mamberamo, Kabupaten  Sarmi,  Papua  pada  9  November  –  9  Desember  2005  lalu.  Daerah  “primadona” penelitian  adalah  Foja  karena  benar-b enar  belum  pernah  dijamah  oleh  manusia  meskipun penduduk  asli.  Di  daerah  tersebut  mereka  berhasil  menemukan  spesies  baru  yang jumlahnya 75%.  Hasil  penelitian  CII  sejak  1987  menunjukkan  bahwa  daerah  Papua  ini  sangat  kaya  akan keanekaragaman hayati. Setiap mengadakan survey selalu ditemukan spesies baru.

Sebanyak  13  peneliti  dari  dalam  dan  luar  negeri  terlibat  dalam  tim  penelitian  kali  ini,  diantaranya pak ar burun g,  kupu-kupu,  herpet (amfibi dan reptile), mamalia,  dan tumbuhan.  Selain dari Conservation  International  Indonesia, merek a  berasal dari  South Australian  Museum,  Pusat Penelitian  Biologi  LIPI,  Universitas  Cendrawasih,  Universitas  Negeri  Papua,  Universitas Harvard, Universitas Adeilaide, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Papua I.

Dengan ditemukannya  kanguru  pohon mantel  emas  tim  peneliti  ini  mencatat  hasil yang  spektakuler dan  membanggakan. Sebab mamalia  ini  berstatus  hampir  punah  dan  saat ini  tercatat  sebagai temuan  pertama di wilayah Indonesia.  “Kanguru  pohon  ini  di  Foja  sangat banyak  seperti  di  kebun  binatang  saja,”  jelas Dr.Yance  de  Fretes  dari  Concervation International Indonesia .

katak baru orephryne (cycloop)Dipastikan  kanguru  itu  berbeda dengan yang  ditemukan  di  p egunungan  Torriceli, Papua  Niugini  yang  dilaporkan  oleh  Dr  Jared  Diamond  pada  1981  lalu  yang  sempat  menjadi pembicaraan para ahli mamalia selama 25 tahun. Prestasi  lain  dari  penelitian  ini  adalah ditemukannya  60  spesies  amfibi,  20  spesies  di antaranya merupakan spesies baru.

Paling  menarik  penemuan  kembali  katak  berstatus  sangat  langka  yakni  katak  mata  jaring (Nyctimytes  fluviatilis) dan katak  Xenorhina  arboricola. “Kedua jenis katak  itu hanya ditemukan di  Papua  Niugini,  dan  pegunungan  Foja,”  jelas  Stephen  Richards  M.Sc,  peneliti  asal  Adelaide, Australia.  Selama  ini,  pegunungan  Foja  dikenal  merupakan  salah  satu  lokasi  yang  kaya  akan amfibi di kawasan Asia Pasifik.

Selain  amfibi,  ditemukan  juga  dua  jenis  burung  pengisap  madu  dari  genus  Meliphagiadae, yang  berarti semakin  menambah  jenis burung di Papua.  Sejauh  ini,  spesies tersebut  masih  dalam penelitian  dan belum  diberi nama ilmiah. Burung  mandur  dahi  emas,  Amblyornis flavifrons juga berhasil  diketahui  setelah  110  tahun  tidak  diketahui habitat  asli  dan  daerah  penyebarannya.  Ada juga penemuan spektakuler lain seperti cendrawasih parotia (Parotia berlepspschi).

Sedang  tim  kupu-kupu  dalam penelitian  itu  berhasil  mengoleksi  170 spesies  di  Pegunungan Foja.  “Tim  kami berhasil mengidentifikasi lima  jenis  kupu-kupu spesies baru” ujar Bruder Henk, ahli  kupu-kupu  dari  Papua.  Ia  mengaku  tak  pern ah  selama  hidupnya  men goleksi  begitu  banyak spesies  baru  dalam  wak tu  singkat  dan  hanya  di  satu  lokasi  saja.  Keberadaan  ratusan  spesies kupu-kupu  itu  menunjukan  wilayah  setempat  masih  termasuk  hutan  lebat. Tim  mamalia  juga menemukan babi moncong panjang (Zagiossus sp).

Survey  tim  tumbuhan  berhasil  menemukan  24  jenis  palem,  lima  jenis  di  antarann ya  tercatat sebagai spesies baru  yakni satu Pholidacarpus, dua spesies rotan, dan dua spesies Licuala. Di luar palem,  mereka juga menemukan tumbuhan  lain. Tim  berhasil mengoleksi  550 jenis tumbuhan  di luar keluarga palem-paleman. Saat ini koleksi tumbuhan tersebut masih diteliti secara intensif.

Dengan  ditemukannya  banyak  species  baru, telah  memberikan  gambaran  bahwa  ban yak terdapat kekayaan hayati  Mamberamo yang belum  tersingkap. “Penelitian ini sangat penting b agi perkembangan  dan  kemajuan  ilmu  pengetahuan  di  Indonesia”  ujar  Dr.  Dedi  Darnaedi,  Kepala Pusat Biologi LIPI.

03 Pholidocarpus sp. nov.309 Pholidocarpus sp. nov.15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: