Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Apakah Nenek Moyang Kita Bangsa Raksasa ?

Posted by sariwibowoaang pada Juli 10, 2009


Giant manKarena tarikan gaya berat bumi relatif lemah, maka benda-benda menjadi jauh lebih ringan, dan bagi semua organisme, irama perputaran darah dipermudah dan rasa lelah menjadi berkurang. Keadaan itu memungkinkan manusia mempunyai umur yang sangat panjang. Dia mempunyai otak yang lebih maju dan mempunyai kecakapan-kecakapan tertentu, sehingga dia dapat memperoleh kebijaksanaan dan pengetahuan, yang berlainan dengan kita.

Pembangunan kota-kota “raksasa” dan pengangkutan batu-batu besar, yang beratnya ribuan ton di machu Picchu, di Baalbek, di Gizeh, dan di lain-lain tempat dapat sekaligus difahami dengan adanya orang-orang, yang bertenaga sangat besar, dan adanya ilmu pengetahuan mereka.

Patung-patung, yang berukuran 22 kaki atau lebih, diketemukan di tempat-tempat tertentu di bumi kita ini, di Peru, di kepulauan Marquesas dan di tempat-tempat lain. Mungkin patung-patung itu dibuat menurut ukuran orang yang sebenarnya pada waktu itu, atau mungkin juga dibuat sebagai tanda bakti mereka kepada nenek moyang, yang berukuran besar.

Persesuaian Antara Ilmu Pengetahuan Dan Ceritera purbakala

Untuk menguatkan pendapatnya, Michel Cargese menggunakan sebagai contoh sebuah bengkel alat kerja pra sejarah, yang berumur 300.000 tahun, dan diketemukan di Agadir (Morocco). Di antara benda-benda, yang diketemukan itu, terdapat alat-alat kerja tangan. Dan, percaya boleh dan tidak percayapun terserah, masing-masing alat kerja tangan itu beratnya 8 kg, dan hanya dapat digunakan oleh tangan-tangan besar, yang hanya mungkin dimiliki oleh orang yang berukuran tinggi badan 16 kaki!

Michel Cargese menulis sebagai berikut: “Tidaklah merupakan suatu hal yang tergesa-gesa untuk menyimpulkan, sesuai dengan mitologi, bahwa suatu bangsa, yang terdiri dari raksasa-raksasa, benar-benar telah menginjakkan kaki di bumi kita ini pada jaman 300.000 tahun yang lalu menurut perhitungan para akhli teknik kita.

Segala sesuatunya menguatkan pendapat, bahwa dahulu kala ada sebuah bulan lain, yang mendahului bulan kita, yang menyebabkan timbulnya raksasa-raksasa itu. Kehilangan berat karena tarikan satelit itu (bulan lain itu), maka mereka tumbuh menurut keadaan alam pada waktu itu. Dan kemudian terjadilah bencana yang dahsyat; bulan yang lain itu ke luar dari jalan orbitannya, dan menghantam bumi kita. Sebuah benua terkena banjir besar keseluruhannya; poros kutub berobah kedudukannya, dan dengan sendirinya berobahlah juga seluruh keadaan geografi bumi kita. Para ‘raksasa’, yang tidak menjadi korban bencana dahsyat itu, menjadi lemah dan merosot sifat dan tabiatnya. Mereka tidak kuat lagi membawa tubuh mereka yang sangat besar itu, dan lambat laun mereka hilang karena keadaan alam, diganti oleh manusia yang lebih kecil, yang lebih sesuai dengan keadaan bumi, Bumi kita tinggal mempunyai bulan, yang kini masih ada, yang daya tariknya jauh lebih kecil daripada bulan yang telah hancur.”

Satu Milyard Alam dunia

Professor Robert Tocquet mengemukakan suatu teori lain, untuk menjelaskan adanya bangsa “raksasa” itu.

Ada banyak petunjuk, yang membuat kita berkesimpulan, bahwa lain-lain planit juga berpenghuni. Dalam bukunya “La Vie sur les planetes” (= Kehidupan di planit), Professor Tocquet menulis sebagai berikut:

“Kalau kita ingat, bahwa galaksi kita (galaksi=kelompok bintang, yang terdiri dari ratusan milyard bintang) hanyalah merupakan satu di antara kira-kira 100 milyard galaksi, dan bahwa tiap galaksi terdiri dari bermilyard-milyard tata surya, maka kita terpaksa harus mengakui, bahwa amat sangat besarlah adanya kemungkinan kehidupan dalam ribuan milard tata surya itu”.

Professor Tocquet selanjutnya malahan berpendapat, bahwa di planit Mars hidup makhluk-makhluk yang berakal, dan menulis sebagai berikut: “Kalau mereka ada, maka mereka pasti telah membuat perlindungan bagi diri mereka terhadap menghilangnya secara perlahan-lahan air dan oxigen, yang tadinya cukup banyak juga di Mars. Perlindungan itu dapat mereka adakan dengan jalan membangun kota di bawah tanah, disertai dengan pengaturan, agar udara di atasnya mempunyai tekanan, kelembaban dan temperatur, yang cocok dengan kebutuhan mereka. Akan tetapi, ada juga kemungkinan, bahwa mereka untuk sebagian atau untuk keseluruhannya dapat menyesuaikan diri pada udara yang menipis, karena adanya perubahan dan perkembangan pada sistim pernapasan serta peredaran darah mereka.”

Menurut beberapa orang teman sekerja Professor Coon, maka bangsa, yang pertama kali hidup di dunia ini, merupakan suatu bangsa raksasa. Untuk memperkuat dasar pendapat mereka, para penyelidik ilmiah itu menunjuk kembali kepada penermuan kerangka-kerangka manusia, yang berukuran tidak lumrah.

Mengapakah mereka demikian besar? Menurut sarjana-sarjana tertentu, beberapa buah satelit, yang kira-kira 300.000 tahun yang lalu mengorbit bumi kita, telah mendekati planit kita, dan mengeluarkan daya tarik yang kuat, yang banyak mengurangi tenaga gaya berat bumi. Keadaan itu menimbulkan suatu pembesaran pada manusia, hal mana dapat merupakan penjelasan tentang diketemukannya kerangka manusia yang berukuran hampir 17 kaki, yang diketemukan di Gargayan, sebuah propinsi di Pilipina bagian Utara. Di Cina bagian Selatan, juga diketemukan bagian-bagian kerangka manusia, yang berukuran hampir 10 kaki.

4 Tanggapan to “Apakah Nenek Moyang Kita Bangsa Raksasa ?”

  1. helmi said

    wah,, kalau bgitu ada kemungkinan diluar tata surya kita ada makhluk lain.
    tp apa benar?
    Bukankah Allah menciptakan Adam sbg manusia pertama d bumi?
    Dalam artian yg d temukan itu bukan kerangka manusia. Tp makhluk lain,
    tp mungkin saja Allah menciptakan makhluk” lain d luar bumi tanpa qita ketahui
    tp itu semua hanya hayalan saja
    karena kita cuma manusia, dan hanya Allah yg tahu apa yg dilakukanNya dan yg dilakukan kita.
    Dan tidak mungkin ada makhluk lainpun yg tau

  2. FAUZI said

    SEKALI LAGI TEORI EVOLUSI DARWIN TERPATAHKAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: