Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Angka 13….Angka Sial

Posted by sariwibowoaang pada Juli 8, 2009


Di seantero dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan
legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Bagi kaum rasionalis,
kepercayaan-kepercayaan orang-orang tua ini seharusnya ikut mati
sejalan dengan modernisasi yang merambah seluruh sisi kehidupan
manusia. Namun demikiankah yang terjadi? Ternyata tidak.
Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan
tahayul ini ternyata tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk
ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan-
kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural kota dan juga
gedung-gedung pencakar langit.
Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China , tidak ada
yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua
angka tersebut tidak membawa hoki. Di Barat, angka 13 juga dianggap
angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita
perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia,
Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka
langsung ‘loncat’ ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru
14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk
Indonesia.

Mengapa angka 13 dianggap angka yang membawa kekurang-
beruntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka mitos yang
ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah
merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh
Dewan Pe nyihir tertinggi rezim Fir’aun yang kemudian diteruskan oleh
para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya—terlebih
oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian mengangkatnya menjadi satu
gerakan politis—dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjadi tren
baru di kalangan selebritis dunia.
Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat
memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi
ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan
lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal
sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (nume rologi),
sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.
Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang
mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama

dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait
Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke
dalamnya. Kartu Ta rot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi,
jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).
Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia
dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The
Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung
Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13.
Inilah buktinya:
-13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David.
-13 garis di perisai atau tameng burung.
-13 daun zaitun di kaki kanan burung.
-13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.
-13 anak panah.
-13 bulu di ujung anak panah.
-13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’
-13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’

usa2usa1

Dan selain itu ada juga fakta tentang tanggal 13 sebagai hari sial, tapi dalam tulisan ini tidak bermaksud unutk menyinggung pihak2 tertentu. Saya memdapatkan artikel ini dalam penggalan cerita dalam ” The Da Vinci Code”.

Pada tahun 1300-an, sanksi vatikan telah menolong templar (ksatria penjaga Sang Real) untuk mengumpulkan kekuatan yang begitu besar sehingga Paus Clement V memutuskan untuk berbuat sesuatu. Bekerja sama  dengan Raja Prancis Philippe IV, Paus memikirkan sebuah operasi serangan yang terencana dengan cerdik untuk membubarkan Templar dan merampas harta mereka, yang dengan begitu akan mengalihkan kendali atas rahasia ini ke Vatikan. Dalam sebuah muslihat militer yang setaraf dengan muslihat CIA, Paus Clement mengeluarkan perintah rahasia bersegel yang baru boleh dibuka secara serempak oleh prajurit-prajuritnya di seluruh Eropa pada hari Jum’at, 13 Oktober 1307. Saat waktu fajar tanggal 13, dokumen2  itu dibuka ,dan isinya yang menakutjan terungkap. Dalam suratnya Clement mengaku bahwa Tuhan telah mengunjunginya dalam mimpi dan memperingatkan bahwa Templar berdosa besar karena memuja setan, homoseksualitas, mencemarkan salib, sodomi dan perilaku nista lainnya. Paus Clement telah diminta Tuhan untuk membersihkan bumi dengan mengumpulkan para  kesatria itu dan menyiksa mereka sampai mereka mengakui kejahatan mereka terhadap Tuhan. Operasi gaya Machiavelli dari Clement berjalan rapi. Pada hari itu, kesatria2 yang tak terhitung ditangkap, disiksa secara kejam, dan akhirnya dibakar di pembakaran hidup2 sebagai pelaku bidah. Gema tragedi itu masih menggaung dalam kebudayaan modern, hingga kini, Jumat tanggal 13 dianggap hari sial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: