Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Dr. Cabrera

Posted by sariwibowoaang pada Juli 2, 2009


Siapakah Dr. Cabrera Itu?

Akan tetapi misteri yang jelas paling aneh adalah museum batu-batu Dr. Cabrera di kota Ica di Peru. Sejumlah batu-batu itu melukiskan pembedahan-pembedahan menurut ilmu-bedah, yang sudah tinggi tingkatannya. Siapakah Dr. Cabrera itu, dan apakah maksud diadakannya museum itu dipandang dari sudut ilmu-pengetahuan?

Javier Darquea Cabrera, seorang keturunan dari Don Luis-Jeronimo, penemu kota Ica di tahun 1563, merupakan salah seorang yang paling menonjol di kalangan cerdik-pandai di Peru. Dia adalah seorang akhli-bedah di rumah-sakit buruh di kota Ica, pemimpin pekerjaan penyelidikan, seorang anggauta Dewan Kota Ica, seorang akhli biologi dan akhli-antropologi. Tambahan lagi, dia dianggap sebagai seorang di antara akhli-akhli yang paling baik mengenai pra-sejarah Amerika.

Dia tetap berkata, bahwa cintanya kepada negaranya, Peru, dan kepada “pra-sejarah”, mendorongnya untuk menemukan suatu harta benda yang tak dapat diperkirakan nilainya, yang menggulingkan semua teori tentang ilmu-pengobatan jaman kuno.

Suatu Koleksi Yang Aneh.

Di lantai bawah sebuah bangunan, yang sangat besar dan mewah, yang menghadap ke Plaza de Armas di Lima, diketemukan museum Dr. Cabrera yang dirahasiakan. Lima buah ruang utamanya diisi dengan rak-rak yang kokoh, di atasnya mana dipertunjukkan ribuan buah batu. Beberapa buah batu, yang lebih berat, terdapat di lantai. Dr. Cabrera menyatakan, bahwa masing-masing batu itu, semuanya, telah diberi indeks, dimasukkan dalam penggolongan, dan ditaroh di tempat sesuai dengan urutan penggolongannya. Dia mengatakan, bahwa keseluruhan batu-batu itu berjumlah sebelas-ribu, dan ada beberapa buah diantaranya, yang masing-masing beratnya sampai mencapai 200 kilogram. Batu-batu berbentuk balok, batu kerikil bundar-bundar, batu-batu datar, semuanya kelihatan mengkilap berwarna agak abu-abu, atau agak kuning kemerah-merahan.

Masing-masing batu itu, semuanya, ada ukiran-ukirannya. Semua disainnya jelas dan cermat. Garis-garisnya jelas; garis-garis lengkungnya seakan-akan dibuat dengan sebuah jangka, dan garis lurusnya tidak terputus, seakan-akan ditarik dengan sebuah penggaris. Pekerjaan disaiannya rumit, dan susunannya berimbang. Dr. Cabrere mengatakan kepada para tamunya, bahwa orang-orang, yang telah mengukir disain-disain itu, merupakan orang-orang, yang mempunyai tingkat kecerdasan otak yang tinggi.

Mengingat berbeda-bedanya benda, kekhususan dari tiap-tiap disain, dan berbeda-bedanya arti bentuk disain, maka kita terpaksa menduga, bahwa sejumlah besar tukang-ukir, secara berturut-turut selama jangka waktu yang panjang, telah dipekerjakan dalam menyelesaikan pengukiran disain-disain itu.

“Buku dari batu” itu, istilah yang digunakan oleh Dr. Cabrera sendiri, mengungkapkan kepada mereka, yang dapat memecahkan artinya, penghidupan sehari-hari orang-orang jaman pra-sejarah, ilmu pengetahuan mereka, yang tinggi dan mendalam, di bidang biologi, pembedahan, astrologi, ilmu bumi dan ilmu alam.

Dr. Cabrera menyatakan dengan tegas dan pasti, bahwa batu-batu itu keseluruhannya merupakan dokumen-dokumen pra-sejarah, yang paling lengkap dan paling banyak memberi penerangan, yang pernah diketemukan oleh manusia.

Dari Manakah Asalnya Batu-Batu Kota Ica Itu?

Dr. Cabrera tidak ingin mengungkapkan asal mula atau tempat asal harta bendanya, yang tidak ternilai itu. Sebenarnya, dia merasa terombang-ambing antara dua perasaan, yang saling bertentangan. Di satu fihak, dia ingin mengungkapkan tempat, di mana dia telah menemukan batu-batu itu, untuk mengakhiri “gerakan menjelek-jelekkan namanya” yang dilakukan oleh para sarjana dari semua bidang. Beberapa orang sarjana telah sampai mengatakan, bahwa dia telah membayar para petani di daerahnya, untuk mengukir dan mewarnai batu-batu itu! Akan tetapi di lain fihak, dia ingin tetap menyimpan rahasianya untuk menghindari datang mengalirnya para pengejar sensasi atau orang-orang yang hanya ingin tahu belaka, ‘dan juga untuk menghindari bahaya perampokan. Dia menjelaskan keadaannya itu sebagai berikut:

“Saya telah dapat mengumpulkan 11.000 buah batu, akan tetapi masih amat sangat banyak lagi yang ketinggalan. ( Dalam suatu percakapan lain, Dr. Cabrera memperkirakan jumlah batu itu sebesar 100.000) Saya ingin melengkapi koleksi saya sampai semaksimal mungkin….. Pokoknya, sebelum saya membuka rahasia saya, saya terlebih dahulu ingin memperoleh pengakuan dari sebuah komisi, yang terdiri dari akhli-akhli ilmu pengetahuan, bahwa saya adalah seorang anggauta kelompok mereka; saya juga menginginkan agar Pemerintah Peru mengadakan sistim penjagaan tetap, untuk melindungi harta kekayaan nasional itu “.

Akan tetapi, rahasia yang ingin disimpan oleh Dr. Cabrera itu, sebenarnya, sedikit-banyak sudah menjadi suatu rahasia umum. Daerah, di mana batu-batu terukir itu diketemukan, sudah diketahui sampai pada jarak sejauh kira-kira satu kilometer. Letak daerah itu adalah kira-kira 30 km di sebelah Barat Daya kota Ica, di dekat Ocucaje di sekitar sungai Ica. Untuk sebagian besar, batu-batu itu dipendam dalam gua-gua besar atau dalam kuburan-kuburan.

Di Ocucaje sendiri, setiap keluarga petani mempunyai beberapa buah batu itu (“piedras”), yang terukir sangat bagus. Pada waktu para petani itu pergi ke kota, maka yang lebih pandai di antara mereka, membawa dan menjual batu-batu mereka kepada para pelancong yang ber-uang.

Bagi yang kurang pintar, batu-batu itu dibiarkan tersebar dalam kandang-kandang ayam atau di halaman rumah mereka. Demikian banyak jumlah batu itu! Dari generasi ke genarasi, dari ayah ke anak, mereka semua mengetahui tempat batu-batu itu.

Kalau batunya cukup besar, dan kalau disainnya kelihatan baik dan cermat pembuatannya, maka mereka menjualnya kepada Dr. Cabrera yang baik.

Benda-benda terukir itu (“garabados”) sebenarnya sudah diketahui, setidak-tidaknya sejak abad ke 17. Batu-batu tidak lebih banyak menarik, perhatian daripada potongan-potongan batu api atau periuk-belangga Paracas, yang banyak diketemukan di daerah itu. Nilai kekayaan, yang tinggi, dari warisan pra-sejarah dalam bentuk batu-batu kota Ica itu, tidak dipedulikan oleh orang-orang Peru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: