Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Apakah Lantai Makam-makam Mesir Dilumuri Dengan Uranium?

Posted by sariwibowoaang pada Juli 1, 2009


John Newbargton menyatakan, bahwa orang-orang Mesir, sejak permulaan jaman Kerajaan Kuno, telah menjadi akhli di bidang pengambilan dan penggunaan uranium. Dan, menurut pendapatnya, rahasia mengenai kutukan para Pharaoh yang tersohor itu, terletak di situ. Walau kelihatannya terlalu berlebih-lebihan, namun pendapat dan dugaan Newbargton itu telah diperkuat oleh seorang akhli atom Spanyol termasyhur, Luis Bulgarini.

Dalam tahun 1949, Bulgarini berkata sebagai berikut: “Saya kira, bahwa orang-orang Mesir kuno telah mengetahui hukum-hukum mengenai tenaga radio-aktif. Orang-orang cerdik pandai dan para pendeta mereka tentu sudah mengenal uranium. Mudahlah dibayangkan, bahwa mereka menggunakan pengetahuan mereka itu untuk melindungi benda-benda, yang mereka anggap suci. Mereka dapat juga melumuri lantai makam-makam dengan uranium, atau mungkin juga mereka telah menggunakan batu-batu bangunan, yang mengandung radium, yang telah mereka ambil dari lapisan bumi yang mengandung uranium. Tenaga radio-aktif dari uranium itu mungkin masih mampu membunuh orang pada jaman sekarang, atau setidak-tidaknya mengganggu kesehatan badan”.

Lembah Tambang-Tambang Emas.

Para pemuka teori yang sangat berani itu, berpendapat, bahwa beberapa dokumen, yang berasal dari jamannya para Pharaoh, membuktikan bahwa orang-orang Mesir kuno telah membuka tambang di negeri mereka, dan telah mengambil sejumlah besar emas dari galian mereka. Karena emas dan uranium terdapat dalam susunan batu karang yang sama, maka merupakan suatu kepastianlah, bahwa mereka telah juga mengambil uranium.

Beberapa papirus menyebut tambang-tambang, yang dibuka dan dikerjakan sejak permulaan jaman kuno. Salah satu dari tambang-tambang itu terletak di dekat desa kecil Oumgrayat, yang pada jamannya para Pharaoh disebut Akita. Lagi pula, tambang itu jauh daripada habis isinya: tambang itu kini masih ada, dan para akhli memperkirakan, bahwa sepanjang jaman kuno itu telah seratus ribu ton biji logam diambil dari lorong-lorong di bawah tanah itu.

Sebuah papirus, yang sekarang disimpan di Museum Turin, minta perhatian tentang adanya tambang-tambang di Akita, dan menunjuk pada “gunung-gunung, dari mana telah diambil emas”. Menurut dokumen itu, Pharaoh Seti I telah menyuruh mengambil emas dari “gunung-gunung merah” itu kira-kira pada tahun 1400 sebelum Masehi.

Di samping itu semua, sebuah tulisan kuno, yang diketemukan di dekat desa Kouban, memberikan uraian terperinci mengenai gagalnya suatu usaha untuk membuka tambang pada jaman pemerintahan Ramses II. Tulisan itu menyebut, bahwa usaha itu dilakukan di suatu daerah, yang disebut “Lembah tambang-tambang emas”.

Emas dalam Keadaan Berlimpah-limpah di Mesir dalam Jaman 3000 Sampai 2000 Tahun Sebelum Masehi

Memang bukan papirus, atau dokumen jaman kuno, atau tulisan kuno, yang menyebut secara jelas nama “uranium”, dan juga tidak ada disebut secara tegas tentang adanya hukum-hukum radio-aktivitas. Akan tetapi tidak sulitlah untuk menggambarkan, bahwa orang-orang Mesir kuno menggunakan nama-nama lain untuk uranium. Bagaimanapun juga, adanya dan berlimpahlimpahnya endapan-endapan, yang mengandung emas, di Mesir pada jamannya para Pharaoh, seharusnya merupakan peringatan bagi kita, untuk tidak membuang teori dan pendapat itu dengan pandangan rendah.

Penggalian-penggalian tertentu, yang belum lama berselang diadakan, terutama yang telah dilakukan oleh seorang akhli purbakala, yang bernama Quibell, telah menyebabkan diketemukannya beberapa buah batang emas di dalam makam-makam pra-sejarah, yang terdapat di dekat desa yang kini bernama El-Kab. Penemuan, yang sangat penting itu, memberikan bukti yang tidak dapat dibantah, bahwa orang-orang Mesir kuno sudah mengusahakan tambang-tambang emas, malahan mereka telah melakukannya pada jaman sebelum dibangunnya piramida-piramida yang megah.

Selain daripada itu, lembaran-lembaran emas, yang bertuliskan huruf-huruf, telah diketemukan di Tell el-Amarna. Setelah mengadakan penelitian yang saksama, seorang Amerika yang akhli mengenai soal-soal Mesir, menyatakan benda-benda itu sebagai surat-surat dari seorang raja Babilonia, yang ditujukan kepada Amenophis III; dalam surat itu raja Babilonia meminta sejumlah emas kepada Amenophis, yang dia butuhkan untuk pembangunan sebuah kuil, “seperti yang telah dilakukan pada masa yang lalu, untuk ayahnya dan untuk Raja Kapadosia”. Permintaan itu membuktikan dengan jelas, bahwa para Pharaoh sudah mempunyai persediaan emas dalam jumlah besar sejak jaman 3000 tahun sebelum Masehi.

Sebagaimana kita ketahui, emas dan uranium sering diketemukan dalam lapisan batu-karang yang sama. Karenanya, tidak ada alasanlah untuk menolak teori, yang menyatakan, bahwa orang-orang Mesir kuno telah mengenal uranium dan hukum-hukum tentang radio-aktivitas. Hukum-hukum itu mungkin dirahasiakan, dan hanya diketahui secara terbatas di kalangan para pendeta dan akhli sihir; orang-orang itulah, yang kemudian, untuk melindungi mumi-mumi tertentu, mungkin telah menaroh benda-benda ajimat dengan radio-aktivitas, yang mampu membunuh mereka, yang hendak berbuat jahat terhadap makam-makam mumi itu.

4 Tanggapan to “Apakah Lantai Makam-makam Mesir Dilumuri Dengan Uranium?”

  1. Dodot said

    bisa jadi juga sih.gak tertutup kemungkinan.

  2. penyet said

    bullshit,,, klo anak2 mesir bisa ngambil uranium dengan mudah,,, ngpaen krg proyek pengayaan uranium makan biaya besar,,,

    • sariwibowoaang said

      Uraniumnya mungkin semakin habis mas! Dan bahayanya uranium itu kepada manusia sehingga proyek2 tersebut memakan biaya besar untuk menjamin keselamatan pelaku proyek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: