Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Sebuah Kapal Laut yang Hilang

Posted by sariwibowoaang pada Juni 30, 2009


Sebuah Kapal-laut Hilang Beserta awak-kapal dan Muatannya, Setelah Lepas dari Pantai Pulau Malta.

Beberapa orang akhli-gaib tertentu tetap berpendapat, bahwa banyak di antara mumi-mumi diisi dengan tenaga radio-aktif, dan bahwa semua penyakit, yang diderita oleh para akhli tentang Mesir, bersumber pokok pada adanya sinar radio-aktif. Dan, untuk menguatkan pendapat mereka itu, mereka menunjuk pada dua buah “bukti, yang menentukan”, yaitu dua buah kecelakaan tenggelamnya kapal laut, yang terjadi dalam keadaan yang sungguh-sungguh aneh.

Peristiwa, yang pertama, terjadi pada permulaan abad ke 19. Dalam tahun 1821, seorang jenderal Prussia, von Minutoli, pergi ke Italia dengan disertai oleh seorang insinyur Italia, yang bernama Segato. Selama lebih dari satu tahun dia menyelidiki piramida bertingkat di Sakkara, yang, sebagaimana kita ketahui, telah dibangun oleh Imhotep atas perintah Pharaoh Djoser. Dia berhasil memasuki beberapa ruangan dalam piramida di sana dia telah banyak mengumpulkan benda-benda perlengkapan makam, seperti benda-benda ajimat, lambang-lambang kegaiban, barang-barang mebel dan lembaran-lembaran papirus. Pada tanggal 7 Oktober 1822, di sebuah lorong besar dalam piramida, dia menemukan sebuah peti mati yang pecah, yang di dalamnya terdapat mumi Raja Djoser atau salah seorang terdekatnya.

Pada akhir tahun 1822, von Minutoli memuat benda-benda yang tak terhitung banyaknya, yang telah ia temukan di Sakkara, dalam sebuah kapal yang telah disewa oleh Raja Prussia. Terjadilah kemudian suatu perdebatan atara para akhli purbakala Prussia di satu fihak dan para penguasa Mesir di lain fihak. Salah seorang petugas Mesir, yang berkewajiban mengawasi benda-benda purbakala, berusaha menasehati von Minutoli agar supaya jangan membawa pergi muminya, dengan kata-kata sebagai berikut:

“Anda menanggung menghadapi suatu bahaya yang serius. Banyaklah sudah terjadi kecelakaan yang sangat membahayakan; setiap orang, yang telah mengangkut sebuah mumi, telah menjumpai kesulitan yang membahayakan” .

Akan tetapi von Minutoli merupakan seorang ilmiah, dan selalu bertindak berdasarkan pikiran sehat; adalah bertentangan dengan sifatnya, untuk percaya demikian saja pada ceritera-ceritera kuno, yang tak masuk akal. Demikianlah mumi itu tetap diangkut ke atas kapal, yang kemudian mengangkat sauh dan mulai berlayar pada tanggal 3 Januari 1823.

Pada tanggal 10 Januari 1823, von Minutoli, yang tetap tinggal di Kairo untuk melanjutkan penyelidikannya, mendengar, bahwa kapal pengangkut mumi itu telah hilang dengan semua awak kapal dan muatannya setelah lepas dari pantai pulau Malta.

dan yang kedua adalah tenggelamnya kapal titanic yang saya tuliskan diartikel lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: