Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Rahasia Ilmu Pengetahuan tentang Jaman Purbakala 2

Posted by sariwibowoaang pada Juni 30, 2009


Baterai ternyata telah ditemukan sejak jaman purbakala

Sebuah Tempayan Antik Terbuat Dari Tanah? Bukan, Akan Tetapi Sebuah Lampu listrik!

Hasil produksi industri mensyaratkan adanya sumber-sumber tenaga teknis yang tinggi. Itu merupakan suatu kebenaran yang nyata, dan diketemukannya benda-benda tertentu belum lama berselang, menuju ke arah pembuktian, bahwa orang-orang pra-sejarah setidak-tidaknya telah mengenal listrik.

Tepat sebelum pecahnya Perang Dunia II, seorang ahli arkheologi Jerman bernama Wilhelm Konig, yang bekerja di Bagdad, menggali beberapa buah tempayan terbuat dari tanah dengan bagian “lehernya” dilapisi aspal, yang memagari batang-batang logam, yang tertanam dalam silinder-silinder kuningan. Konig mengejutkan dunia ilmu pengetahuan, ketika dia menyatakan, bahwa “tempayan-tempayan” itu merupakan baterei listrik yang sudah berumur 2.000 tahun.

Sebentar setelah berakhirnya Perang Dunia, seorang insinyur bernama Willard Grey, bersama dengan “General Electric Company”, mengadakan suatu percobaan untuk menguji kebenaran pernyataan Konig. Setelah dibuatkan tiruan dari baterei yang ditemukan, maka dia kemudian mengisinya dengan sulfat-tembaga untuk menggantikan larutan-baterei aslinya, yang telah menguap. Segala sesuatunya berjalan dan bekerja dengan sempurna. Dengan demikian, maka pernyataan Konig kelihatannya dapat dibuktikan.

Ditambah lagi, dua buah penemuan yang semacam telah menunjukkan, bahwa orang-orang jaman pra-sejarah juga sudah mengenal pekerjaan “melapisi” dan “menyepuh dengan elektrolisis”, yang baru mulai diketahui dalam abad 19. Tempayan-tempayan berlapis logam, yang telah diketemukan juga di dekat Bagdad, menunjukkan, bahwa “lampu-lampu” itu digunakan untuk “menyepuh dengan elektrolisis”.

Akhirnya, bekas-bekas dari pekerjaan melapisi diketemukan juga pada benda-benda pecah belah yang sudah berumur 4.000 tahun, yang diketemukan dalam gubuk seorang akhli sihir Nigeria.

Kekutan/Tenaga, YangDikenal Dengan Nama kembar Mithra-Varuna

Sebuah dokumen Hindu kuno, “Agastya Samhita”, yang diambil dari perpustakaan Pangeran Ujjain, menguraikan pembuatan baterei sebagai berikut: “Tempatkanlah sebuah pelat tembaga yang sangat bersih dalam sebuah lodong dari tanah liat. Isilah kemudian lodongnya dengan sulfat tembaga, dan selanjutnya dengan serbuk gergaji basah. Setelah itu, tarohlah sehelai lembaran seng dicampur dengan air rasa di atas serbuknya untuk menghindari proses mengutub. Sentuhannya akan menimbulkan suatu tenaga, yang dikenal di bawah nama kembar Mithra-Varuna. Air, yang diseberangi oleh aliran itu, akan pecah menjadi “Pranavayu dan Udanavayu”. Kalau seratus buah lodong demikian dirangkai, maka rangkaian itu diduga dapat memberikan suatu sumber tenaga, yang sangat aktif dan berguna”.

Arti yang tepat bagi “Mithra-Varuna” adalah “kathode-anode”, dan bagi “Pranavayu” dan “Udanavayu” masing-masing adalah “oxigen” dan “hidrogen”.

Suatu Jaman Atom didalam Jaman Prasejarah.

Dari “listrik” ke “atom” hanya terdapat jarak sepanjang satu langkah, yang rupanya telah dilalui oleh orang-orang jaman pra-sejarah itu tanpa mengalami kesulitan.

Dokumen yang paling tua, yang kita miliki, mengenai pengetahuan nenek moyang kita tentang atom, yaitu “Emerald Table of Hermes” (“Meja Zamrud dari Hermes”), yang menurut perhitungan seorang sarjana dari abad 18, Sigismond Bacstrom, telah berumur kira-kira 4.500 tahun.

Kita tidak mengetahui, siapakah orangnya yang telah menghasilkan karya itu, yang dimulai dengan kata-kata sebagai berikut: “Seperti keadaan di atas, demikian juga keadaannya di bawah, dan apa yang ada di bawah adalah seperti apa yang ada di atas, untuk kemudian menunjukkan suatu keajaiban dari adanya satu karya yang sama”.

Apakah arti kalimat, yang kelihatannya seperti ramalan itu? Kata-kata “seperti keadaan di atas “, yaitu cakrawala dengan bintang-bintang dan galaksi-galaksinya, dinyatakan semacam dengan apa yang ada di bawah, yang dimaksud sama dengan atom dengan elektron-elektronnya, yang berputaran mengelilingi proton-proton. Penulis tanpa nama dari “Emerald Table”itu, dengan demikian telah menekankan soal satunya alam-semesta dan soal persatuan atom.

Dalam “Emerald Table” itu dia lebih lanjut menguraikan sebagai berikut: “Adanya semua benda disebabkan oleh Yang Satu, karena itu maka segala sesuatu berasal dari Benda Yang Satu itu. Pisahkanlah secara hati-hati dan cermat bumi dari apinya, yang halus dari yang kasarnya. Benda itu naik dari bumi menuju ke langit, dan turun lagi ke bumi dan karena itu, maka yang atas dan yang bawah bertambah besar kekuatannya. Itu adalah merupakan kekuasaan, yang mempengaruhi semua kekuatan, yang akan menguasai segala apa yang baik, dan akan menyebarkan segala apa yang kasar, sebab demikianlah diciptakannya dunia”.

Dua gagasan pokokyang diketahui dengan baik oleh dunia modern_mengisi keseluruhan tulisan itu, yaitu bahaya yang terkandung dalam pecahnya atom, yang terus menuju ke bom “nuclear”, dan analisa mengenai sifat bergetar dari segala sesuatu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: