Indo_Artikel

Just another WordPress.com weblog

Ilmu Pengobatan

Posted by sariwibowoaang pada Juni 29, 2009


Saya akan posting sedikit artikel tentang ilmu pengobatan yang ditemukan pada zaman sekarang ternyata telah ada sejak zaman yang lampau.

Apakah orang-orang pertama juga menggunakan obat-obatan antibiotika, anesthesia, pembedahan, dan sinar-X? Menurut penyelidik-penyelidik tertentu, cara-cara pengobatan, yang baru akhir-akhir ini, yang relatif belum lama, kita ketahui, sebenarnya sudah diketahui ribuan tahun yang lalu. Kalau demikian, apakah semua ilmu-pengetahuan itu hanya merupakan suatu “penemuan-kembali” belaka? Menurut pendapat-resmi, maka nenek-moyang kita telah menemukan obat-obatan dan cara pengobatan melalui cara, yang sama dengan cara yang kita tempuh, yaitu dengan cara mengadakan percobaan-percobaan. Akan tetapi teori itu kurang memuaskan bagi penyelidik-penyelidik tertentu. Menurut pandangan mereka, maka suatu kekuasaan atau kekuatan di luar manusia, yang datang dari suatu tempat TAK DIKENAL, telah membawa ilmu pengetahuan, yang dalam itu, kepada orang-orang jaman pra-sejarah.

Mungkinkah, berdasarkan kesimpulan yang terakhir itu, ilmu-pengobatan merupakan ilmu pengetahuan, yang berasal dari angkasa-luar?

Sebuah Buku Obat-obatan Yang Sangat Hebat.

Buku obat-obatan merupakan dasar dari semua ilmu-pengobatan, dan mengemukakan macam-macam obat yang sama di kalangan orang-orang jaman dahulu, seperti jaman sekarang.

Menurut papirus “Rind” dari Dinasti XI, orang-orang Mesir kuno menggunakan suatu jenis jamur tertentu, yang namanya sayang sekali tidak disebut, untuk menyembuhkan luka-luka terbuka. Obat ini sangat menyerupai penisilin, yang diketemukan oleh Fleming. Walaupun demikian, papirus Mesir itu berasal dari jaman 2.000 tahun sebelum Masehi.

Demikian juga, obat-obatan antibiotika sudah ada pada jamannya orang-orang Yunani kuno, dan juga di kalangan orang-orang Cina jaman dahulu. Orang-orang Cina itu menggunakan rabuk panas dan gandum-kecap, yang diberi ragi, yang mempunyai khasiat sama dengan obat antibiotika, dan yang sejak masa itu menjadi sangat terkenal.

Walaupun orang telah beratus-ratus tahun, dengan rasa pasrah kepada takdir, mau menerima adanya malapetaka seperti penyakit-cacar, siphilis, tetanus dan lain sebagainya, namun sebenarnya orang-orang Hindu telah mengetahui secara mendalam soal vaksinasi…. kira-kira sejak 3.500 tahun yang lalu! Suatu uraian, yang diambil dari naskah orang-orang Brahman, “Setya Grantham”, mengenai suatu injeksi di bawah kulit terhadap penyakit cacar, berbunyi sebagai berikut:

“Ambillah dengan pucuk sebuah pisau cairan isi bisul-cacar, dan injeksikanlah cairan itu ke dalam lengan seseorang, agar supaya dapat bercampur dengan darah orang itu. Penginjeksian itu akan membangkitkan rasa demam, akan tetapi penyakitnya akan mudah berkurang tanpa disertai komplikasi”.

Dari Ilmu-pengetahuan tentang gigi sampai kepada “Tukang Cabut Gigi”.

Siapakah yang tidak pernah mendengar ceritera tentang para “tukang cabut gigi” dari Abad Pertengahan di Eropa? Reputasi mereka yang menakutkan, yang diwariskan terus kepada para dokter-gigi jaman sekarang, mungkin tidak salah, akan tetapi penemuan-penemuan di bidang ilmu-purbakala, yang belum lama berselang terjadi, menunjukkan sudah adanya ilmu pengetahuan, yang mendalam, di bidang gigi di kalangan orang-orang Maya dan Mesir kuno.

Mumi-mumi, yang dikeluarkan dari peti-peti mati di “Lembah Raja-raja”, di Mesir bagian atas, memperlihatkan gigi-gigi palsu.

Kerangka orang-orang Maya, yang diketemukan sepanjang pantai Aina, di teluk Kampeche Meksiko, mempunyai puncak-gigi dan isi-gigi terbuat dari bahan, yang masih belum diketahui pada jaman kita sekarang ini.

Mutu hasil pekerjaan itu membuat heran dan kagum para sarjana modern. Bagaimanakah hasil-karya mereka itu dapat melewati ribuan tahun tanpa mengalami kerusakan, dan masih tetap berada dalam keadaan baik? Suatu keajaiban lagi, yang merupakan lanjutan dari yang sudah-sudah.

Ilmu-bedah Jaman Pra-sejarah.

Operasi-operasi yang berjalan dengan baik, yang diperlihatkan oleh orang-orang pra-sejarah di bidang gigi, memberikan dugaan tentang telah adanya suatu pengetahuan tentang pembiusan atau mematikan-rasa.

Akan tetapi kita mengetahui dengan pasti, bahwa orang-orang Mesir kuno menggunakan bahan mineral, yang sampai sekarang belum kita kenal untuk mematikan rasa si pasien. Untuk itu, orang-orang Inca menggunakan kokaine. Rupa-rupanya orang-orang Inca itu telah mengetahui tata cara amputasi dan pembedahan…. pada kira-kira 2.500 tahun yang lalu. Sebagai bukti mengenai hal itu, di dalam kuburan-kuburan orang-orang Inca telah diketemukan sejumlah besar alat-alat pembedahan, mata-panah, pisau-bedah, pisau-perunggu, pinset dan jarum. Malahan diketemukan juga tengkorak-tengkorak bekas dioperasi.

Suatu Pembedahan 2.500 Tahun yang Lalu

Kalau masih ada orang yang ragu-ragu, di bawah ini diungkapkan sebuah laporan mengenai pembedahan, yang dilakukan di Cina 2.500 tahun yang lalu, dan dilaporkan dalam riwayat “Hou Han Chou”.

“Dia (dokternya) menyuruh pasiennya menelan bubuk obat-bius, yang dicampur dengan anggur. Segera setelah si pasien mabuk dan kemudian pingsan, dia membuat suatu goresan pembedahan di perut atau di punggung, untuk mengambil setiap pertumbuhan, yang mengganggu dan membahayakan. Kalau perutnya atau isi perutnya (usus) yang terkena infeksi, maka dia membersihkan sama sekali bagian-bagian itu setelah dia terlebih dahulu mengambil semua bagian yang tercemar dan menimbulkan infeksi itu dengan menggunakan pisau-bedahnya. Dia kemudian menjahit luka-lukanya dan menggunakan semacam salep yang mentakjubkan, yang menyembuhkan luka-luka itu dalam empat atau lima hari; setelah lewat sebulan, si pasien telah sembuh sama sekali”.

Akan tetapi ilmu-pengetahuan di Cina tidak berhenti sampai di situ saja. Dalam abad ke 3 sebelum Masehi, Kaisar Tson Shi, mempunyai sebuah “Cermin-gaib”, yang dapat “menyinari tulang-tulang tubuh “. Apakah ungkapan, yang jelas itu, menyinggung sinar-X?

Kita mempunyai beberapa gambaran perincian mengenai “cermin” itu, yang tingginya 1,76 meter dan lebarnya 1,22 meter, dan disimpan di dalam istana Hien Yang di Changsi. Benda itu memantulkan gambar-kebalikan, akan tetapi tulang dan alat-alat dalam tubuh dapat dilihat dengan jelas, sehingga memungkinkan dapatnya segera diketahui, bilamana ada luka atau kerusakan. Bukankah gambar demikian itu, yang menjadi angan-angan ilmu pembuatan gambar sinar-X, yang kini masih dicari cara-cara pembuatannya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: